St.Fransiskus.id, Paroki St Fransiskus Assisi Padang Bulan mendapat kepercayaan besar sebagai tuan rumah penyelenggaraan Perayaan Hari Komunikasi Sosial (KOMSOS) Sedunia ke-60 tingkat Keuskupan Agung Medan, Minggu 17 Mei 2026. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh umat Paroki Padang Bulan yang dengan penuh semangat, iman, dan sukacita menyambut umat dari berbagai paroki, sekolah, komunitas, serta pegiat komunikasi sosial se-Keuskupan Agung Medan.
Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, bersama konselebran, RD. Beno Ola Tage, Ketua KOMSOS Keuskupan Agung Medan, RP. Lucio Andreas Engkar, OFM Conv, Pastor Paroki Padang Bulan, dan RD. Rafael Hendra Sirait, Vikaris Parokial Lubuk Pakam.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia,” yang mengajak seluruh umat untuk semakin bijaksana dalam menggunakan media komunikasi sosial sebagai sarana pewartaan kebenaran, martabat manusia, dan kasih Kristiani.

Salah satu momen paling berkesan dalam perayaan Hari KOMSOS Sedunia ke-60 ini adalah prosesi pemberkatan Patung Santo Fransiskus Assisi yang dilaksanakan secara khusus sebelum berkat penutup. Momen sakral ini menjadi bagian penting dalam semangat Yubelium Fransiskan yang sedang dirayakan, sekaligus memperkaya makna spiritual seluruh rangkaian perayaan.
Pemberkatan patung dilakukan oleh Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, dengan penuh khidmat di hadapan umat yang mengikuti prosesi tersebut dengan doa dan rasa syukur. Kehadiran Patung Santo Fransiskus Assisi di Lingkungan Paroki St Fransiskus Assisi Padang Bulan menjadi pengingat nyata akan spiritualitas Fransiskan yang menekankan hidup dalam kesederhanaan, persaudaraan universal, cinta terhadap sesama, serta kepedulian terhadap seluruh ciptaan.
Dalam konteks Yubelium Fransiskan, pemberkatan ini memiliki makna mendalam sebagai ajakan kepada umat untuk meneladani Santo Fransiskus Assisi sebagai pribadi yang menghadirkan damai, menjadi pembawa sukacita Injil, serta menggunakan komunikasi sebagai sarana membangun persaudaraan dan perdamaian.
Santo Fransiskus dikenal bukan hanya karena kesederhanaan hidupnya, tetapi juga karena kemampuannya menghadirkan wajah kasih Allah melalui tindakan nyata, dialog, dan pewartaan yang menyentuh hati banyak orang. Nilai inilah yang selaras dengan tema Hari KOMSOS Sedunia tahun ini, yaitu menjaga suara dan wajah manusia di tengah dunia digital.
Prosesi pemberkatan Patung Santo Fransiskus Assisi menjadi simbol bahwa Gereja, khususnya Paroki St Fransiskus Assisi Padang Bulan, terus berkomitmen menjadikan spiritualitas Fransiskan sebagai inspirasi dalam pelayanan pastoral, komunikasi sosial, dan kehidupan umat sehari-hari.

Suasana haru dan penuh sukacita semakin terasa ketika dalam prosesi pemberkatan patung tersebut juga dilakukan pelepasan ikan sebagai simbol perdamaian, kehidupan, dan berkat bagi seluruh ciptaan. Pelepasan ikan ini dilakukan secara bersama-sama oleh Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap, Pastor Paroki RP. Lucio Andreas Engkar, OFM Conv, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta para utusan undangan yang hadir.
Simbol pelepasan ikan memiliki makna mendalam dalam spiritualitas Kristiani dan Fransiskan, yakni sebagai lambang kehidupan baru, kebebasan, harapan, serta panggilan untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam ciptaan Tuhan. Prosesi ini juga menjadi ungkapan nyata semangat Santo Fransiskus Assisi yang mencintai seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari karya agung Allah.
Bagi umat yang hadir, momen ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat menyentuh, karena tidak hanya menyaksikan pemberkatan patung semata, tetapi juga merasakan pesan simbolis tentang pentingnya merawat perdamaian, persaudaraan, dan kelestarian lingkungan hidup.

Prosesi pelepasan ikan tersebut disambut antusias oleh umat dan menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perayaan Yubelium Fransiskan di Paroki Padang Bulan. Kehadiran simbol ini semakin mempertegas bahwa Gereja dipanggil untuk terus menghadirkan kasih Allah secara konkret melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan manusia dan seluruh ciptaan.
Dengan demikian, pemberkatan Patung Santo Fransiskus Assisi beserta pelepasan ikan menjadi simbol kuat bahwa komunikasi Gereja tidak hanya hadir melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan profetis yang menghidupkan nilai kasih, perdamaian, dan persaudaraan universal.
Suasana haru dan penuh sukacita tampak dari antusiasme umat yang mengikuti seluruh prosesi ini. Bagi banyak umat, pemberkatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum pembaruan iman untuk semakin menghidupi nilai-nilai Fransiskan dalam keluarga, masyarakat, dan dunia digital modern.
Pesan Gereja di Era Digital

Dalam homilinya, Mgr. Kornelius Sipayung menekankan pentingnya komunikasi yang berlandaskan kasih, kebenaran, dan penghormatan terhadap martabat manusia di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di tengah dunia digital, Gereja dipanggil menghadirkan komunikasi yang membawa kasih, damai, dan pengharapan. Jangan biarkan media sosial menjadi ruang kebencian dan saling melukai, tetapi jadikanlah sarana untuk mendengar, meneguhkan, dan mewartakan kebaikan,” tegas Mgr. Kornelius Sipayung dalam homilinya.
Beliau menegaskan bahwa media sosial dan berbagai sarana komunikasi modern hendaknya digunakan bukan untuk menyebarkan kebencian, fitnah, atau perpecahan, melainkan sebagai ruang evangelisasi, persatuan, dan penyebaran harapan.
Semangat Umat yang Luar Biasa dan Rangkaian Acara Meriah

Perayaan Hari KOMSOS Sedunia ke-60 di Paroki Padang Bulan tidak berhenti pada Perayaan Ekaristi semata. Setelah misa kudus selesai, umat dan seluruh peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dalam acara puncak yang berlangsung di Aula Paroki dengan penuh semangat, kreativitas, dan sukacita.
Acara dilanjutkan dengan sesi seremonial, hiburan, talk show, semi podcast, pengumuman lomba, lucky draw, serta penutupan meriah yang melibatkan berbagai unsur umat, Orang Muda Katolik (OMK), panitia, dan pegiat KOMSOS Keuskupan Agung Medan.
Berbagai kegiatan yang digelar antara lain:
- Penampilan hiburan dari band, koor, dan seni budaya Paroki Padang Bulan
- Pemutaran karya-karya lomba, video kreatif, dan dokumentasi pelayanan KOMSOS
- Sambutan dari panitia, Pastor Paroki, Ketua KOMSOS KAM, serta Uskup Agung Medan
- Talk Show semi podcast bersama narasumber dari dunia pendidikan, teknologi, dan pelayanan komunikasi Gereja
- Lucky draw, pengumuman pemenang lomba, serta pembagian hadiah menarik
- Penampilan seni budaya, tarian, dan hiburan dari OMK serta komunitas paroki
Adapun para pemenang berbagai kategori perlombaan Hari KOMSOS Sedunia ke-60 adalah sebagai berikut:
Video Kreatif
- Juara 1: SMK RK Bintang Timur
- Juara 2: OMK Paroki Onan Runggu
- Juara 3: KOMSOS Paroki Padang Bulan
- Juara 4: SMP Katolik Cinta Kasih Tebing Tinggi
Koreografi Theme Song Kategori A
- Juara 1: SD St. Yosef Kabanjahe
- Juara 2: SD St. Yosef Sidikalang
- Juara 3: SEKAMI Paroki Tanjung Morawa
- Juara 4: SD St. Thomas 2 Medan
Koreografi Theme Song Kategori B
- Juara 1: SMA RK Bintang Timur Pematangsiantar
- Juara 2: OMK Paroki Simalingkar B
- Juara 3: SMP RK Bintang Timur Rantau Prapat
- Juara 4: SMA Budi Murni 2 Medan
Koreografi Theme Song Kategori C
- Juara 1: Paroki Padre Pio Helvetia
- Juara 2: PIK Paroki Santo Ignatius Tanjung Morawa
Menulis Opini
- Juara 1: Bernadetta Sitorus – Paroki Sidikalang
- Juara 2: Rikha Emyya Ginting Gurusinga – Paroki Balige
- Juara 3: Sinta Nauli Situngkir – Paroki Sidikalang
- Juara 4: Anne Griselda Manullang – Paroki Helvetia Medan
Pengumuman para juara disambut meriah oleh seluruh peserta dan umat yang hadir. Prestasi ini menunjukkan semangat luar biasa dari sekolah-sekolah Katolik, OMK, komunitas paroki, serta pegiat KOMSOS dalam memanfaatkan talenta, kreativitas, dan media komunikasi sebagai sarana pewartaan Injil.

Secara khusus, keberhasilan KOMSOS Paroki Padang Bulan meraih Juara 3 dalam kategori Video Kreatif menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh umat paroki. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan komunikasi sosial di Paroki Padang Bulan terus berkembang secara kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman digital.
Penghargaan kepada para juara sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh komunitas Gereja untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan wajah Gereja yang komunikatif, inspiratif, dan evangelis di tengah masyarakat modern.
Kehadiran umat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa Hari KOMSOS Sedunia bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga momentum pastoral untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan literasi digital, serta membangun budaya komunikasi yang sehat dan bermartabat.
Menjadi Pewarta Kebenaran

Melalui perayaan ini, Paroki Padang Bulan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelayanan komunikasi sosial Gereja yang kreatif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai Injili.
Hari KOMSOS Sedunia ke-60 menjadi panggilan bagi seluruh umat untuk menjadi pewarta kebenaran di dunia digital, menjaga suara hati nurani, serta melindungi wajah manusia dari dehumanisasi akibat penyalahgunaan media.
Dengan semangat “Menjaga Suara dan Wajah Manusia,” Gereja terus hadir sebagai terang di tengah dunia komunikasi modern, membawa pesan damai, kasih, dan persaudaraan.
Dokumentasi : KOMSOS PAROKI
Editor : Ronald Sigalingging








Tinggalkan Balasan