SEJARAH STASI PASAR BARU

Gereja Santo Paulus Pasar Baru beralamat di Jalan Pasar Baru No. 27 Padang Bulan Medan, berdiri sejak tahun 1968 di bawah Paroki Hayam Wuruk, yang dipelopori oleh Pastor Brans Van Hag. Pada tahun 1975 gereja Santo Paulus Pasar Baru resmi berkembang dan diserahkan ke Ordo Konventual serta ditetapkan sebagai gereja Paroki Padang Bulan Medan. Menurut Pastor Brans, gereja ini merupakan replica dari gereja Katolik Kabanjahe dengan jumlah umat + 100 KK dengan wilayah layanan penggembalaan dari simpang kampus USU sampai dengan Komplek Rumah Sakit Jiwa Tuntungan.

Sejalan dengan semakin padatnya gereja saat missa dan perkembangan umat Katolik di wilayah Padang Bulan Medan sekitarnya, akhirnya pada tahun 1998 Gereja Paroki Padang Buolan dipindahkan ke Pasar VI dengan dibangunnya gereja yang baru yang dipelopori oleh Pastor Razoli. Gereja Pasar Baru ditutup dan tidak dipergunakan lagi, seluruh kegiatan berpusat di gereja yang baru tersebut.

Selanjutnya setelah beberpa tahun kosong, Uskup Agung Medan Pius Datubara pada saat itu, berkeinginan agar gereja Pasar Baru yang tidak dipergunakan lagi tersebut dijadikan sebagai perpustakaan dan poliklinik bagi para suster. Namun umat gereja Pasar Baru yang lama bersama dengan Pastor Simson Sitepu, dengan alasan jarak yang semakin jauh dan sulitnya transportasi ke gereja Paroki di Pasar VI, meminta kepada Uskup agar memperkenankan gereja Pasar Baru tersebut dapat dipergunakan kembali sebagai tempat ibadah dan ditetapkan sebagai gereja Stasi. Setelah melalui perjuangan dann usaha maka pada tahun 2002 gereja Pasar Baru kembali dijadikan sebagai tempat kebaktian dan ditetapkan sebagai gereja stasi Santo Paulus Pasar Baru dengan jumlah umat + 150 KK, wilayah layanan mulai dari simpang kampus USU sepanjang Jalan Jamin Ginting sampai dengan Perumahan Citra Garden.

Gereja Pasar Baru kembali berbenah melengkapi semua peralatan untuk kebaktian mengingat semua peralatan gereja sebelumnya telah disumbangkan kepada gereja yang membutuhkan karena gereja Pasar Baru tidak dipergunakan lagi. Akhirnya pada tahun 2010, diputuskan gereja Pasar Baru dibangun kembali secara totral dengan swadaya umat dan bantuan donatur. Saat ini tahun 2015 gereja Santo Paulus Pasar Baru telah selesai dibangun dan masih dalam tahap finishing.

Umat gereja Stasi Santo Paulus tidak mengalami perubahan yang signifikan dari tahun ketahun, disebabkan umat merupakan orang lama yang sudah berumur. Orang tua tersebut banyak yang sudah meninggal, namun anak-anaknya banyak yang merantau sehingga pertambahan umat tidak mengalami peningkatan yang nyata. Saat ini gereja Stasi Santo Paulus Pasar Baru, banyak dikunjungi oleh mahasiswa untuk kebaktian pada hari minggu dan pada waktu hari-hari besar keagamaan gereja Katolik, hal ini terutama disebabkan karena gereja ini relative mudah diakses oleh transportasi umum. Saat ini gereja Santo Paulus Pasar Baru terdiri dari 5 (lima) Lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *