SEJARAH STASI GEDUNG JOHOR

Gereja Katolik Santo Yosep Gedung Johor merupakan Stasi termuda yang bernaung di bawah Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan, Keuskupan Agung Medan. Stasi Santo Yosep adalah merupakan pemekaran dari Stasi St. Petrus Simpang Kuala Medan. Sebanyak 3 lingkungan umat Stasi Santo Petrus Sp. Kuala ( kurang lebih 131 KK) disatukan menjadi satu untuk membentuk Stasi baru yaitu Stasi Santo Yosep Gedung Johor pada tanggal 01 Januari 2014, sesuai dengan Surat Keputusan St. Fransiskus Assisi Pada Bulan Nomor:30/PBB/SK/2014 yang ditanda tangani oleh Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFMCap.

Pembentukan Gereja Stasi Santo Yosep ini berawal dari kerinduan umat Katolik yang berada di kawasan Gedung Johor yang selama ini beribadah bersama dengan Suster-suster KSSY dan anak-anak Panti Asuhan Karya Murni di Kapel Karya Murni walaupun sebenarnya secara administratif umat 3 lingkungan yang berada di kawasan gedung johor ini terdaftar di Stasi Santo Petrus Sp. Kuala namun umumnya mereka pada setiap hari minggunya sudah beribadah di Kapel Susteran KSSY bersama dengan para Suster-suster dan Panti Asuhan Karya Murni. Seiring dengan pesatnya perkembangan umat Katolik yang berada di Kawasan Gedung Johor serta untuk meningkatkan pelayanan pastoral kepada umat, maka sangat dipandang perlu untuk membentuk satu Stasi baru. Karena belum memiliki Gereja sendiri, maka hingga sekarang umat Stasi Santo Yosep masih beribadah di Kapel Susteran KSSY Karya Murni Jl. Karya Wisata No. 6 Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor.
Jumlah umat Stasi Santo Yosep saat ini kurang lebih 131 KK dan jumlah umat sebanyak 518 jiwa. Untuk menampung umat yang beribadah setiap minggunya, Gedung Kapel yang hanya mampu menampung kurang lebih 250 jiwa, sementara umat yang hadir rata-rata setiap minggunya mencapai 650 orang (para Suster-suster, anak panti asuhan karya murni dan asrama putrid) ini sudah tidak mampu lagi untuk menampung umat sebanyak itu sehingga, separuh dari umat yang beribadah tersebut harus berada diluar Kapel yang sudah diberi teratak. Untuk kemandirian umat Stasi Santo Yosep dalam beribadah, maka pada tahun 2014 telah dibentuk panitia pembangunan gedung Gereja Stasi Santo Yosep Gedung Johor disekitar lokasi tanah milik Suster KSSY. Suster KSSY telah bersedia memberi tanah milik mereka dengan ganti rugi.

Pada tanggal 3 Desember 2017, Gereja Katolik St. Yosep diberkati oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga. Dengan demikian, umat Katolik stasi St. Yosep Gedung Johor berpindah ke Gereja yang baru untuk melaksanakan ibadat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *